Negeri Endosia dan Saya

Pengatar

Endosia adalah sebuah negara kepulauan yang tidak tercatat di peta dunia manapun. Negeri ini tercatat di dalam hati setiap manusia di bumi. Orang menyebut Endosia sebagai Negeri Kepingan Surga. Alamnya yang sangat luarbiasa indah ditinggali oleh penduduk yang ramah.

Endosia adalah sebuah negara dengan sistem pemerintahan Republik Demokrasi Khusus. Sebuah sistem pemerinatahan yang tidak ada duanya, bahkan sistem yang tidak pernah dibahas diforum-forum akademis. Masyarakat dunia merasa tidak perlu membahas atau meneliti. Negeri ini dibiarkan apa adanya agar tidak terkotaminasi oleh isme-isme model barat atau timur.

Endosia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Di dalam tanah terpendam jutaan ton berbagai produk tambang, bermacam jenis tanaman tumbuh subur dengan mudah, ikan, kepeting, udang, dan lain-lain seperti hidup berdesakan menghuni lautannya, berbagai jenis hewan yang dibutuhkan manusia untuk meningkatkan gizi tersedia dengan jumlah tak terhingga. Negeri ini sepertinya ditakdirkan Tuhan memiliki segalanya.

kota endosia
Ilustrasi 'Sudut Kota Endosia'
Saya, Wong Urip, haruslah bersyukur menjadi salah satu manusia yang dilahirkan dan besar di Endosia. Bapak memberi saya nama Wong Urip, dengan harapan agar 'uripku urup', hidup saya bercahaya. Cahaya yang mampu menerangi kegelapan. Cita-cita dan harapan Bapak pada saya, tentu satu hal yang berat. Jangankan bercahaya, sampai saat ini, saya masih merasa gelap-gulita dan justru membutuhkan cahaya. Namun, saya memiliki niat yang tulus untuk terus berusaha bisa bercahaya sesuai harapan Bapak. Perkara usaha itu ternyata belum juga memberikan hasil, saya kira ini menyangkut sekenario Tuhan. Mungkin saya masih belum 'ngeh' dan 'nyambung' dengan Kehendak-Nya.

Saya suka menulis. Saya menulis bukan untuk menggurui atau memberikan pemahaman tentang sesuatu kepada orang lain. Saya hanya menyalurkan keresahan rasa dan karsa ke dalam deretan kalimat-kalimat. Jika deretan kalimat itu bermanfaat bagi saya dan pembaca, tentu hal ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Maka berterimakasihlah dan bersyukur pada-Nya, jangan kepada saya.

Kembali kepada Endosia, Negeri ini sebetulnya adalah versi fiktif dari sebuah negara di wilayah Asia Tenggara. Karena itulah, saya akan berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa fiktif yang mirip dengan kejadian-kejadian nyata di negara itu. Tidak hanya negara, saya dan tokoh-tokoh lain yang nanti muncul juga fiktif. Seluruh peristiwa, kehidupan, lokasi, dan lain-lainnya yang terjadi di Endosia adalah Fiktif.

Negeri Endosia, saya, dan tokoh-tokoh lain adalah hasil ekspresi pribadi yang dituangkan dalam tulisan oleh Saifoel Hakim. Jangankan pembaca, saya sendiri juga tidak begitu kenal dengan Saifoel Hakim. Karena itu janganlah banyak bertanya-tanya tentang dia pada saya.

Akhir kata, silahkan membaca dan mengambil manfaatnya jika ada yang memang 'pas' buat Anda. Namun jika Anda merasa tidak ada gunanya, sebaiknya tinggalkan saja blog ini daripada akan menimbulkan mudharat.

Terimakasih atas waktu yang Anda luangkan untuk membaca.

Salam,

Wong Urip